WAN (Wide Area Network)
WAN(Wide Area Network)WAN Merupakan jaringan komunikasi data yang secara geografis mencakup area yang sangat luas, lingkup nasional, regional dan global dan sering menggunakan sarana fasilitas transmisi umum seperti telepon, kabel bawah laut ataupun satelit.Protokol yang digunakan dalam WAN
Media yang melayani komunikasi WAN adalah termasuk dalam Physical layer dalam 7 OSI Layer. Data yang lalu-lalang di dalam media WAN tersebut diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang ada di dalam layer Data link dalam 7 OSI layer.
Gambaran dari sebuah WAN :

Seperangkat peraturan atau yang sering disebut dengan istilah protokol ini, mengatur bagaimana si pengirim dan penerima data dapat menggunakan media WAN tersebut secara teratur. Pembungkusan data dalam layer Data link ini sering disebut dengan enkapsulasi. Untuk itu, protokol pengatur ini sangatlah penting ditentukan dalam penggunaan media WAN.
Berikut ini adalah protokol-protokol pengatur penggunaan media WAN:
- Point-to-Point protocol (PPP)
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.
- Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.
- High-level Data Link Control (HDLC)
Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.
- X.25/LAPB
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
- Frame Relay
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
- Asynchronous Transfer Mode (ATM)
ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
Kelebihan dari WAN :
- Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas sehingga berbisnis dengan jarak jauh dapat terhubung dengan jaringan ini
- Dapat berbagi (share) software dan resources dengan koneksi workstations.
- Pesan dapat dikirim dengan sangat cepat kepada orang lain pada jaringan ini (bisa berupa gambar, suara, atau data yang disertakan dengan suatu lampiran).
- Hal-hal yang mahal (seperti printer atau saluran telepon ke internet) dapat dibagi oleh semua komputer pada jaringan ini tanpa harus membeli perangkat yang berbeda untuk setiap komputernya.
- Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. hal ini untuk menghindari masalah dimana beberapa pengguna mungkin memiliki informasi lebih tua daripada yang lain.
- Berbagi informasi/file (share) melalui area yang lebih besar
- Besar jaringan penutup.
Kekurangan WAN :
- Biaya operasional mahal dan umumnya lambat
- Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini
- Menyiapkan jaringan bisa menjadi pengalaman yang sangat mahal dan rumit. Semakin besar jaringan semakin mahal harganya.
- Keamanan merupakan masalah yang paling nyata ketika orang yang berbeda memiliki kemampuan untuk menggunakan informasi dari komputer lain. Perlindungan terhadap hacker dan virus menambah kompleksitas lebih dan membutuhkan biaya.
- Setelah diatur, memelihara jaringan adalah pekerjaan penuh waktu (full time) yang membutuhkan jaringan pengawas dan teknisi untuk dipekerjakan.
- Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal atau kepentingan.
- Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.
Sumber :
http://idisastra.blogspot.com/2009/03/wanwide-area-network-wan-merupakan.html
http://erde-itech.blogspot.com/2011/10/kelebihan-dan-kekurangan-jaringan-wan.html
keamanan jaringan
Keamanan Jaringan Komputer
Keamanan jaringan komputer sendiri sering dipandang sebagai hasil dari beberapa faktor. Faktor
ini bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa hal dibawah ini
diikutsertakan :
• Confidentiality (kerahasiaan).
• Integrity (integritas).
• Availability (ketersediaan).
Keamanan klasik penting ini tidak cukup untuk mencakup semua aspek dari keamanan jaringan
komputer pada masa sekarang
ini bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa hal dibawah ini
diikutsertakan :
• Confidentiality (kerahasiaan).
• Integrity (integritas).
• Availability (ketersediaan).
Keamanan klasik penting ini tidak cukup untuk mencakup semua aspek dari keamanan jaringan
komputer pada masa sekarang
[1]. Hal-hal tersebut dapat dikombinasikan lagi oleh beberapa hal
penting lainnya yang dapat membuat keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan lagi dengan
mengikut sertakan hal dibawah ini:
• Nonrepudiation.
• Authenticity.
• Possession.
• Utility.
Availability (ketersediaan).
Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah
layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan
untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian
proses produksi
penting lainnya yang dapat membuat keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan lagi dengan
mengikut sertakan hal dibawah ini:
• Nonrepudiation.
• Authenticity.
• Possession.
• Utility.
Availability (ketersediaan).
Ketersediaan data atau layanan dapat dengan mudah dipantau oleh pengguna dari sebuah
layanan. Yang dimana ketidaktersediaan dari sebuah layanan (service) dapat menjadi sebuah halangan
untuk maju bagi sebuah perusahaan dan bahkan dapat berdampak lebih buruk lagi, yaitu penghentian
proses produksi
[1]. Sehingga untuk semua aktifitas jaringan, ketersediaan data sangat penting untuk
sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.
Confidentiality (kerahasiaan).Ada beberapa jenis informasi yang tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang
berbeda pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan
sebuah system agar dapat terus berjalan dengan benar.
Confidentiality (kerahasiaan).Ada beberapa jenis informasi yang tersedia didalam sebuah jaringan komputer. Setiap data yang
berbeda pasti mempunyai grup pengguna yang berbeda pula dan data dapat dikelompokkan sehingga beberapa pembatasan kepada pengunaan data harus ditentukan. Pada umumnya data yang terdapat didalam suatu perusahaan bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh pihak ketiga yang bertujuan untuk menjaga rahasia perusahaan dan strategi perusahaan
[2]. Backdoor, sebagai contoh, melanggar
kebijakan perusahaan dikarenakan menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer perusahaan.Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus pengengkripsian data atau menggunakan VPN [22]
kebijakan perusahaan dikarenakan menyediakan akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer perusahaan.Kerahasiaan dapat ditingkatkan dan didalam beberapa kasus pengengkripsian data atau menggunakan VPN [22]
[2]. Topik ini tidak akan, tetapi
bagaimanapun juga, akan disertakan dalam tulisan ini. Kontrol akses
adalah cara yang lazim digunakan untuk membatasi akses kedalam sebuah
jaringan komputer. Sebuah cara yang mudah tetapi mampu untuk membatasi
akses adalah dengan menggunakan kombinasi dari username-dan-password
untuk proses otentifikasi pengguna dan
memberikan akses kepada pengguna (user) yang telah dikenali
memberikan akses kepada pengguna (user) yang telah dikenali
[2]. Didalam beberapa lingkungan kerja
keamanan jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks otentifikasi
keamanan jaringan komputer, ini dibahas dan dipisahkan dalam konteks otentifikasi
[3].Integrity (integritas).
Jaringan komputer yang dapat diandalkan juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses persinggahan (transmit)
Jaringan komputer yang dapat diandalkan juga berdasar pada fakta bahwa data yang tersedia apa yang sudah seharusnya. Jaringan komputer mau tidak mau harus terlindungi dari serangan (attacks) yang dapat merubah dataselama dalam proses persinggahan (transmit)
[4]. Man-in-the-Middle merupakan jenis
serangan yang dapat merubah integritas dari sebuah data yang mana
penyerang (attacker) dapat membajak “session” atau memanipulasi data
yang terkirim
[5].Didalam jaringan komputer yang aman,
partisipan dari sebuah “transaksi” data harus yakin bahwa orang yang
terlibat dalam komunikasi data dapat diandalkan dan dapat dipercaya.
Keamanan dari sebuah komunikasi data sangat diperlukan pada sebuah
tingkatan yang dipastikan data tidak berubah selama proses pengiriman
dan penerimaan pada saat komunikasi data. Ini tidak harus selalu berarti
bahwa “traffic” perlu di enkripsi, tapi juga tidak tertutup kemungkinan
serangan “Man-in-the-Middle” dapat terjadi.Nonrepudiation.Setiap
tindakan yang dilakukan dalam sebuah system yang aman telah diawasi
(logged), ini dapat
berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi
sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi
berarti penggunaan alat (tool) untuk melakukan pengecekan system berfungsi sebagaimana seharusnya. “Log” juga tidak dapat dipisahkan dari bagian keamanan “system” yang dimana bila terjadi
sebuah penyusupan atau serangan lain akan sangat membantu proses investigasi
[6]. “Log” dan catatan waktu, sebagai
contoh, bagian penting dari bukti di pengadilan jika cracker tertangkap
dan diadili. Untuk alasan ini maka “nonrepudiation” dianggap sebagai
sebuah faktor penting didalam keamanan jaringan komputer yang
berkompeten.
ITU-T telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut :
ITU-T telah mendefinisikan “nonrepudition” sebagai berikut :
1. Kemampuan untuk mencegah seorang pengirim untuk menyangkal kemudian
bahwa dia telah mengirim pesan atau melakukan sebuah tindakan.
2. Proteksi dari penyangkalan oleh satu satu dari entitas yang terlibat
didalam sebuah komunikasi yang turut serta secara keseluruhan atau
sebagian dari komunikasi yang terjadi
[7].Jaringan komputer dan system data yang
lain dibangun dari beberapa komponen yang berbeda yang dimana
masing-masing mempunyai karakteristik spesial untuk keamanan. Sebuah
jaringan
komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya [8]. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system [21] dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana,
komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon
pengguna.Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular.Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat
penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar.Pemilihan jenis metode transmisi juga mempunyai peranan penting didalam masalah keamanan.
Setiap informasi rahasia tidak boleh di transmisikan secara wireless, setidaknya tidak tanpa menggunakan enkripsi yang bagus, sehingga setiap orang dapat menyadap komunikasi “wireless” yang
terkirim. Sangat dianjurkan untuk menggunakan firewall untuk membatasi akses kedalam jaringan komputer ke tingkat yang dibutuhkan. Firewall juga dapat menjadi titik terlemah
komputer yang aman perlu masalah keamanan yang harus diperhatikan disemua sektor, yang mana rantai keamanan yang komplit sangat lemah, selemah titik terlemahnya [8]. Pengguna (user) merupakan bagian penting dari sebuah rantai. “Social engineering” merupakan cara yang efisien untuk mencari celah (vulnerabilities) pada suatu system [21] dan kebanyakan orang menggunakan “password” yang mudah ditebak. Ini juga berarti meninggalkan “workstation” tidak dalam keadaan terkunci pada saat makan siang atau yang lainnya. Sistem operasi (operating system : Windows, Unix, Linux, MacOS) terdapat dimana-mana,
komputer mempunyai sistem operasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya (tergantung selera), dan bahkan router juga dijalankan oleh oleh sistem operasi. Setiap sistem operasi mempunyai gaya dan karakteristik sendiri yang membedakannya dengan sistem operasi yang lainnya, dan beberapa bahkan digunakan untuk kepentingan “server”. Beberapa sistem operasi juga mempunyai masalah yang dapat digunakan sehingga menyebabkan sistem operasi tersebut berhenti merespon
pengguna.Layanan pada “server” memainkan peranan penting dalam keamanan. Developer perangkat lunak mengumumkan celah keamanan pada perangkat lunak dengan cepat. Alasan yang digunakan adalah celah ini kemungkinan akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusupi sebuah system ataupun setiap pengguna komputer. Pengelola atau pengguna server dan workstation harus melakukan pengecekan untuk “update” masalah keamanan secara regular.Perangkat keras mungkin sedikit susah dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai potensi untuk mempunyai masalah keamanan. Yang sesungguhnya adalah sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan, apabila perangkat keras terletak di sebuah lokasi yang tidak aman maka terdapat resiko untuk pemasangan perangkat keras yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dan ini dapat membuat
penyusupan menjadi mudah. Juga, bila sebuah perangkat keras jaringan computer dirubah setting-nya ke konfigurasi default oleh orang luar.Pemilihan jenis metode transmisi juga mempunyai peranan penting didalam masalah keamanan.
Setiap informasi rahasia tidak boleh di transmisikan secara wireless, setidaknya tidak tanpa menggunakan enkripsi yang bagus, sehingga setiap orang dapat menyadap komunikasi “wireless” yang
terkirim. Sangat dianjurkan untuk menggunakan firewall untuk membatasi akses kedalam jaringan komputer ke tingkat yang dibutuhkan. Firewall juga dapat menjadi titik terlemah
[9], yang mana dapat membuat perasaan aman
[10]. Firewall harus mengizinkan arus data
kedalam sebuah jaringan komputer jika terdapat juga arus data keluar
dari jaringan komputer tersebut melalui firewall dan ini dapat menjadi
titik terlemah. Fakta penting lainnya bahwa tidak semua serangan
dilancarkan melalui firewall
dilancarkan melalui firewall
11].Mengamankan Jaringan Komputer
Mengamankan jaringan komputer membutuhkan tiga tingkatan proses. Untuk mengamankan jaringan komputer kita harus dapat melakukan pemetaan terhadap ancaman yang mungkin terjadi.
Prevention (pencegahan).Kebanyakan dari ancaman akan dapat ditepis dengan mudah, walaupun keadaan yang benarbenar
100% aman belum tentu dapat dicapai. Akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dapat dicegah dengan memilih dan melakukan konfigurasi layanan (services) yang berjalan dengan
hati-hati. Observation (observasi).Ketika sebuah jaringan komputer sedang berjalan, dan sebuah akses yang tidak diinginkan
dicegah, maka proses perawatan dilakukan. Perawatan jaringan komputer harus termasuk melihat isi log yang tidak normal yang dapat merujuk ke masalah keamanan yang tidak terpantau. System IDS dapat digunakan sebagai bagian dari proses observasi tetapi menggunakan IDS seharusnya tidak merujuk kepada ketidak-pedulian pada informasi log yang disediakan.Response (respon).
Bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan keamanan suatu system telah berhasil disusupi, maka personil perawatan harus segera mengambil tindakan. Tergantung pada proses produktifitas dan masalah yang menyangkut dengan keamanan maka tindakan yang tepat harus segera dilaksanakan.Bila sebuah proses sangat vital pengaruhnya kepada fungsi system dan apabila di-shutdown akan menyebabkan lebih banyak kerugian daripada membiarkan system yang telah berhasil disusupi tetap dibiarkan berjalan, maka harus dipertimbangkan untuk direncakan perawatan pada saat yang tepat
Mengamankan jaringan komputer membutuhkan tiga tingkatan proses. Untuk mengamankan jaringan komputer kita harus dapat melakukan pemetaan terhadap ancaman yang mungkin terjadi.
Prevention (pencegahan).Kebanyakan dari ancaman akan dapat ditepis dengan mudah, walaupun keadaan yang benarbenar
100% aman belum tentu dapat dicapai. Akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dapat dicegah dengan memilih dan melakukan konfigurasi layanan (services) yang berjalan dengan
hati-hati. Observation (observasi).Ketika sebuah jaringan komputer sedang berjalan, dan sebuah akses yang tidak diinginkan
dicegah, maka proses perawatan dilakukan. Perawatan jaringan komputer harus termasuk melihat isi log yang tidak normal yang dapat merujuk ke masalah keamanan yang tidak terpantau. System IDS dapat digunakan sebagai bagian dari proses observasi tetapi menggunakan IDS seharusnya tidak merujuk kepada ketidak-pedulian pada informasi log yang disediakan.Response (respon).
Bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan keamanan suatu system telah berhasil disusupi, maka personil perawatan harus segera mengambil tindakan. Tergantung pada proses produktifitas dan masalah yang menyangkut dengan keamanan maka tindakan yang tepat harus segera dilaksanakan.Bila sebuah proses sangat vital pengaruhnya kepada fungsi system dan apabila di-shutdown akan menyebabkan lebih banyak kerugian daripada membiarkan system yang telah berhasil disusupi tetap dibiarkan berjalan, maka harus dipertimbangkan untuk direncakan perawatan pada saat yang tepat
[12].Ini merupakan masalah yang sulit dikarenakan tidak seorangpun akan segera tahu apa yang menjadi
celah begitu system telah berhasil disusupi dari luar.
Victims/statistic (korban/statistik).
Keamanan jaringan komputer meliputi beberapa hal yang berbeda yang mempengaruhi keamanan secara keseluruhan. Serangan keamanan jaringan komputer dan penggunaan yang salah
dan sebegai contoh adalah virus, serangan dari dalam jaringan komputer itu sendiri, pencurian perangkat keras (hardware), penetrasi kedalam system, serangan “Denial of Service” (DoS), sabotase, serangan “wireless” terhadap jaringan komputer, penggantian halaman depan situs (website defacement), dan penggunaan yang salah terhadap aplikasi web. Statistik menunjukkan jumlah penyusupan didalam area ini sudah cukup banyak berkurang dari tahun 2003
celah begitu system telah berhasil disusupi dari luar.
Victims/statistic (korban/statistik).
Keamanan jaringan komputer meliputi beberapa hal yang berbeda yang mempengaruhi keamanan secara keseluruhan. Serangan keamanan jaringan komputer dan penggunaan yang salah
dan sebegai contoh adalah virus, serangan dari dalam jaringan komputer itu sendiri, pencurian perangkat keras (hardware), penetrasi kedalam system, serangan “Denial of Service” (DoS), sabotase, serangan “wireless” terhadap jaringan komputer, penggantian halaman depan situs (website defacement), dan penggunaan yang salah terhadap aplikasi web. Statistik menunjukkan jumlah penyusupan didalam area ini sudah cukup banyak berkurang dari tahun 2003
[13], tipe variasi dari serangan, bagaimanapun juga, menyebabkan hampir setiap orang adalah sasaran yang menarik.
Masalah keamanan Jaringan komputer moderen adalah entitas dari banyak komponen kecil. Disini akan dijelaskan beberapa titik lemah dari komponen yang berbeda. Weak protocols (protokol yang lemah).Komunikasi jaringan komputer menggunakan protokol antara client dan server. Kebanyakan dari protokol yang digunakan saat ini merupakan protocol yang telah digunakan beberapa dasawarsa belakangan. Protokol lama ini, seperti File Transmission Protocol (FTP), TFTP ataupun telnet
Masalah keamanan Jaringan komputer moderen adalah entitas dari banyak komponen kecil. Disini akan dijelaskan beberapa titik lemah dari komponen yang berbeda. Weak protocols (protokol yang lemah).Komunikasi jaringan komputer menggunakan protokol antara client dan server. Kebanyakan dari protokol yang digunakan saat ini merupakan protocol yang telah digunakan beberapa dasawarsa belakangan. Protokol lama ini, seperti File Transmission Protocol (FTP), TFTP ataupun telnet
[14], tidak didesain untuk menjadi
benar-benar aman. Malahan faktanya kebanyakan dari protocol ini sudah
seharusnya digantikan dengan protokol yang jauh lebih aman, dikarenakan
banyak titik rawan yang dapat menyebabkan pengguna (user) yang tidak
bertanggung jawab dapat melakukan eksploitasi.
Sebagai contoh, seseorang dengan mudah dapat mengawasi “traffic” dari telnet dan dapat mencari tahu nama user dan password.
Software issue (masalah perangkat lunak).
Menjadi sesuatu yang mudah untuk melakukan eksploitasi celah pada perangkat lunak. Celah ini biasanya tidak secara sengaja dibuat tapi kebanyakan semua orang mengalami kerugian dari
kelemahan seperti ini. Celah ini biasanya dibakukan bahwa apapun yang dijalankan oleh “root” pasti mempunyai akses “root”, yaitu kemampuan untuk melakukan segalanya didalam system tersebut.
Eksploitasi yang sebenarnya mengambil keuntungan dari lemahnya penanganan data yang tidak diduga oleh pengguna, sebagai contoh, buffer overflow dari celah keamanan “format string” merupakan hal yang biasa saat ini. Eksploitasi terhadap celah tersebut akan menuju kepada situasi dimana hak akses pengguna akan
dapat dinaikkan ke tingkat akses yang lebih tinggi. Ini disebut juga dengan “rooting” sebuah “host” dikarenakan penyerang biasanya membidik untuk mendapatkan hak akses “root”
Sebagai contoh, seseorang dengan mudah dapat mengawasi “traffic” dari telnet dan dapat mencari tahu nama user dan password.
Software issue (masalah perangkat lunak).
Menjadi sesuatu yang mudah untuk melakukan eksploitasi celah pada perangkat lunak. Celah ini biasanya tidak secara sengaja dibuat tapi kebanyakan semua orang mengalami kerugian dari
kelemahan seperti ini. Celah ini biasanya dibakukan bahwa apapun yang dijalankan oleh “root” pasti mempunyai akses “root”, yaitu kemampuan untuk melakukan segalanya didalam system tersebut.
Eksploitasi yang sebenarnya mengambil keuntungan dari lemahnya penanganan data yang tidak diduga oleh pengguna, sebagai contoh, buffer overflow dari celah keamanan “format string” merupakan hal yang biasa saat ini. Eksploitasi terhadap celah tersebut akan menuju kepada situasi dimana hak akses pengguna akan
dapat dinaikkan ke tingkat akses yang lebih tinggi. Ini disebut juga dengan “rooting” sebuah “host” dikarenakan penyerang biasanya membidik untuk mendapatkan hak akses “root”
[15].Buffer overflow.
“Buffer overflow” mempunyai arti sama dengan istilahnya. Programmer telah mengalokasikan
sekian besar memory untuk beberapa variabel spesifik. Bagaimanapun juga, dengan celah keamanan
ini, maka variabel ini dapat dipaksa menuliskan kedalam “stack” tanpa harus melakukan pengecekan kembali bila panjang variabel tersebut diizinkan. Jika data yang berada didalam buffer ternyata lebih panjang daripada yang diharapkan, maka kemungkinan akan melakukan penulisan kembali stack frame dari “return address” sehingga alamat dari proses eksekusi program dapat dirubah.
Penulis “malicious code” biasanya akan akan melakukan eksploitasi terhadap penulisan kembali “return address” dengan merubah “return address” kepada “shellcode” pilihan mereka sendiri untuk
melakukan pembatalan akses “shell” dengan menggunakan hak akses dari “user-id” dari program yang tereksploitasi tersebut
“Buffer overflow” mempunyai arti sama dengan istilahnya. Programmer telah mengalokasikan
sekian besar memory untuk beberapa variabel spesifik. Bagaimanapun juga, dengan celah keamanan
ini, maka variabel ini dapat dipaksa menuliskan kedalam “stack” tanpa harus melakukan pengecekan kembali bila panjang variabel tersebut diizinkan. Jika data yang berada didalam buffer ternyata lebih panjang daripada yang diharapkan, maka kemungkinan akan melakukan penulisan kembali stack frame dari “return address” sehingga alamat dari proses eksekusi program dapat dirubah.
Penulis “malicious code” biasanya akan akan melakukan eksploitasi terhadap penulisan kembali “return address” dengan merubah “return address” kepada “shellcode” pilihan mereka sendiri untuk
melakukan pembatalan akses “shell” dengan menggunakan hak akses dari “user-id” dari program yang tereksploitasi tersebut
[16]. “Shellcode” ini tidak harus disertakan
dalam program yang tereksploitasi,tetapi biasanya dituliskan ke dalam
bagian celah dari “buffer”. Ini merupakan trik yang biasa digunakanpada
variabel
“environment” seperti ini.”Buffer overflow” adalah masalah fundamental berdasarkan dari arsitektur komputasi modern.
Ruang untuk variabel dan kode itu sendiri tidak dapat dipisahkan kedalam blok yang berbeda didalam”memory”. Sebuah perubahan didalam arsitektur dapat dengan mudah menyelesaikan masalah ini, tapi perubahan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan dikarenakan arsitektur yang digunakan saat ini sudah sangat banyak digunakan.
“environment” seperti ini.”Buffer overflow” adalah masalah fundamental berdasarkan dari arsitektur komputasi modern.
Ruang untuk variabel dan kode itu sendiri tidak dapat dipisahkan kedalam blok yang berbeda didalam”memory”. Sebuah perubahan didalam arsitektur dapat dengan mudah menyelesaikan masalah ini, tapi perubahan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan dikarenakan arsitektur yang digunakan saat ini sudah sangat banyak digunakan.
Format string.
Metode penyerangan “format string” merupakan sebuah metode penyerangan baru, ini diumumkan kepada publik diakhir tahun 2000. Metode ini ditemukan oleh hacker 6 bulan sebelum
diumumkan kepada masyarakat luas. Secara fundamental celah ini mengingatkan kita akan miripnya dengan celah “buffer overflow”
Metode penyerangan “format string” merupakan sebuah metode penyerangan baru, ini diumumkan kepada publik diakhir tahun 2000. Metode ini ditemukan oleh hacker 6 bulan sebelum
diumumkan kepada masyarakat luas. Secara fundamental celah ini mengingatkan kita akan miripnya dengan celah “buffer overflow”
[17].Kecuali celah tersebut tercipta
dikarenakan kemalasan (laziness), ketidakpedulian (ignorance), atau
programmer yang mempunyai skill pas-pasan. Celah “format string”
biasanya disebabkan oleh kurangnya “format string” seperti “%s” di
beberapa bagian dari program yang menciptakan output,
sebagai contoh fungsi printf() di C/C++. Bila input diberikan dengan melewatkan “format string” seperti “%d” dan “%s”kepada program maka dengan mudah melihat “stack dump” atau penggunaan
teknik seperti pada “buffer overflow”.celah ini berdasarkan pada “truncated format string” dari “input”. Ini merujuk kepada situasi
dimana secara external, data yang disuplai yang diinterpretasikan sebagai bagian dari “format string argument”
sebagai contoh fungsi printf() di C/C++. Bila input diberikan dengan melewatkan “format string” seperti “%d” dan “%s”kepada program maka dengan mudah melihat “stack dump” atau penggunaan
teknik seperti pada “buffer overflow”.celah ini berdasarkan pada “truncated format string” dari “input”. Ini merujuk kepada situasi
dimana secara external, data yang disuplai yang diinterpretasikan sebagai bagian dari “format string argument”
[18]. Dengan secara spesial membuat suatu
input dapat menyebabkan program yang bermasalah menunjukkan isi memory
dan juga kontrol kepada eksekusi program dengan menuliskan
apa saja kepada lokasi pilihan sama seperti pada eksploitasi “overflow”.
apa saja kepada lokasi pilihan sama seperti pada eksploitasi “overflow”.
Hardware issue (masalah perangkat keras).
Biasanya perangkat keras tidak mempunyai masalah pada penyerangan yang terjadi. Perangkat
lunak yang dijalankan oleh perangkat keras dan kemungkinan kurangnya dokumentasi spesifikasi teknis merupakan suatu titik lemah. Berikut ini merupakan contoh bagaimana perangkat keras mempunyai masalah dengan keamanan.
Biasanya perangkat keras tidak mempunyai masalah pada penyerangan yang terjadi. Perangkat
lunak yang dijalankan oleh perangkat keras dan kemungkinan kurangnya dokumentasi spesifikasi teknis merupakan suatu titik lemah. Berikut ini merupakan contoh bagaimana perangkat keras mempunyai masalah dengan keamanan.
contoh 1: Cisco
Sudah lazim router cisco dianggap mempunyai masalah sistematis didalam
perangkat lunak IOS (Interwork operating system) yang digunakan oleh
mereka sebagai sistem operasi pada tahun 2003.
Celah dalam perangkat lunak dapat menuju kepada “denial of service” (Dos) dari semua perangkat router. Masalah keamanan ini terdapat dalam cara IOS menangani protokol 53(SWIPE), 55(IP Mobility) dan 77(Sun ND) dengan nilai TTL (Time to live) 0 atau 1
Celah dalam perangkat lunak dapat menuju kepada “denial of service” (Dos) dari semua perangkat router. Masalah keamanan ini terdapat dalam cara IOS menangani protokol 53(SWIPE), 55(IP Mobility) dan 77(Sun ND) dengan nilai TTL (Time to live) 0 atau 1
[19].Biasanya, Protocol Independent
Multicast (PIM) dengan semua nilai untuk hidup, dapat menyebabkan router
menandai input permintaan yang penuh terhadap “interface” yang
dikirimkan.Sebagai permintaan bila penuh, maka router tidak akan
melakukan proses “traffic” apapun terhadap”interface” yang dipertanyakan
[20]. Cisco juga mempunyai beberapa celah keamanan yang
terdokumentasi dan “patch” yang diperlukan telah tersedia untuk waktu yang cukup lama.
terdokumentasi dan “patch” yang diperlukan telah tersedia untuk waktu yang cukup lama.
contoh 2: Linksys
Perangkat linksys mempunyai harga yang cukup murah sehingga banyak
digunakan oleh orang.Beberapa perangkat linksys mempunyai masalah dengan
celah keamanan yang dapat menuju kepada serangan “denial of service”
(DoS). Celah keamanan yang memprihatinkan terdapat pada penanganan
parameter “URL Embedded” yang dikirimkan kepada perangkat.
Misconfiguration (konfigurasi yang salah).
Kesalahan konfigurasi pada server dan perangkat keras (hardware) sangat sering membuat para penyusup dapat masuk kedalam suatu system dengan mudah. Sebagai contoh, penggantian halaman
depan suatu situs dikarenakan kesalahan konfigurasi pada perangkat lunak “www-server” atapun modulnya. Konfigurasi yang tidak hati-hati dapat menyebabkan usaha penyusupan menjadi jauh lebih mudah terlebih jika ada pilihan lain yang dapat diambil oleh para penyusup. Sebagai contoh, sebuah server yang menjalankan beberapa layanan SSH dapat dengan mudah
disusupi apabila mengijinkan penggunaan protokol versi 1 atau “remote root login” (RLOGIN) diizinkan.Kesalahan konfigurasi yang jelas ini menyebabkan terbukanya celah keamanan dengan penggunaan protokol versi 1, seperti “buffer overflow” yang dapat menyebabkan penyusup dapat mengambil hak akses “root” ataupun juga dengan menggunakan metode “brute-force password” untuk dapat menebak password “root”.
Kesalahan konfigurasi pada server dan perangkat keras (hardware) sangat sering membuat para penyusup dapat masuk kedalam suatu system dengan mudah. Sebagai contoh, penggantian halaman
depan suatu situs dikarenakan kesalahan konfigurasi pada perangkat lunak “www-server” atapun modulnya. Konfigurasi yang tidak hati-hati dapat menyebabkan usaha penyusupan menjadi jauh lebih mudah terlebih jika ada pilihan lain yang dapat diambil oleh para penyusup. Sebagai contoh, sebuah server yang menjalankan beberapa layanan SSH dapat dengan mudah
disusupi apabila mengijinkan penggunaan protokol versi 1 atau “remote root login” (RLOGIN) diizinkan.Kesalahan konfigurasi yang jelas ini menyebabkan terbukanya celah keamanan dengan penggunaan protokol versi 1, seperti “buffer overflow” yang dapat menyebabkan penyusup dapat mengambil hak akses “root” ataupun juga dengan menggunakan metode “brute-force password” untuk dapat menebak password “root”.
DoS, DDoS.
Serangan Denial of Service adalah serangan yang mengakibatkan setiap korbannya akan berhenti merespon atau “bertingkah” tidak lazim. Contoh serangan klasik “DoS” adalah “Ping of Death” dan
“Syn Flood” yang untungnya sudah hampir tidak dapat dijumpai pada saat sekarang. Biasanya serangan DoS menyerang celah yang terdapat pada layanan system atau pada protokol jaringan kerja
untuk menyebabkan layanan tidak dapat digunakan. Tehnik yang lainnya adalah menyebabkan system korban “tersedak” dikarenakan banyaknya paket yang diterima yang harus diproses melebihi kemampuan dari system itu sendiri atau menyebabkan terjadinya “bottleneck” pada bandwidth yang
dipakai oleh system.Serangan “Distributed Denial of Service” (DDoS) merupakan tipe serangan yang lebih terorganisasi. Jenis serangan ini biasanya membutuhkan persiapan dan juga taktik untuk dapat menjatuhkan korbannya dengan cepat dan sebelumnya biasanya para penyerang akan mencari system
kecil yang dapat dikuasai dan setelah mendapat banyak system kecil maka penyerang akan menyerang system yang besar dengan menjalankan ribuan bahkan puluhan ribu system kecil secara bersamaan untuk menjatuhkan sebuah system yang besar [5].
Worm “MyDoom” yang terkenal itu dibuat untuk melancarkan serangan besar-besaran dari puluhan ribu system yang terinfeksi untuk menyerang situs http://www.sco.com. Serangan itu sukses besar
yang menyebabkan http://www.sco.com harus dipindahkan dari DNS untuk dapat menjalankan kembali layanan
Serangan Denial of Service adalah serangan yang mengakibatkan setiap korbannya akan berhenti merespon atau “bertingkah” tidak lazim. Contoh serangan klasik “DoS” adalah “Ping of Death” dan
“Syn Flood” yang untungnya sudah hampir tidak dapat dijumpai pada saat sekarang. Biasanya serangan DoS menyerang celah yang terdapat pada layanan system atau pada protokol jaringan kerja
untuk menyebabkan layanan tidak dapat digunakan. Tehnik yang lainnya adalah menyebabkan system korban “tersedak” dikarenakan banyaknya paket yang diterima yang harus diproses melebihi kemampuan dari system itu sendiri atau menyebabkan terjadinya “bottleneck” pada bandwidth yang
dipakai oleh system.Serangan “Distributed Denial of Service” (DDoS) merupakan tipe serangan yang lebih terorganisasi. Jenis serangan ini biasanya membutuhkan persiapan dan juga taktik untuk dapat menjatuhkan korbannya dengan cepat dan sebelumnya biasanya para penyerang akan mencari system
kecil yang dapat dikuasai dan setelah mendapat banyak system kecil maka penyerang akan menyerang system yang besar dengan menjalankan ribuan bahkan puluhan ribu system kecil secara bersamaan untuk menjatuhkan sebuah system yang besar [5].
Worm “MyDoom” yang terkenal itu dibuat untuk melancarkan serangan besar-besaran dari puluhan ribu system yang terinfeksi untuk menyerang situs http://www.sco.com. Serangan itu sukses besar
yang menyebabkan http://www.sco.com harus dipindahkan dari DNS untuk dapat menjalankan kembali layanan
Viruses (virus).
Salah satu definisi dari program virus adalah menyisipkan dirinya kepada objek lain seperti file executable dan beberapa jenis dokumen yang banyak dipakai orang. Selain kemampuan untuk
mereplikasi dirinya sendiri, virus dapat menyimpan dan menjalankan sebuah tugas spesifik. Tugas tersebut bisa bersifat menghancurkan atau sekedar menampilkan sesuatu ke layar monitor korban dan bisa saja bertugas untuk mencari suatu jenis file untuk dikirimkan secara acak ke internet bahkan dapat
melakukan format pada hard disk korban Virus yang tersebar di internet yang belum dikenali tidak akan dapat ditangkap oleh program antivirus ataupun semacamnya yang meskipun korban telah terjangkiti tetapi tidak mengetahuinya. Perangkat lunak antivirus biasanya mengenali virus atau calon virus melalui tanda yang spesifik yang terdapat pada bagian inti virus itu sendiri. Beberapa virus menggunakan tehnik polymorphic agar luput
terdeteksi oleh antivirus. Kebiasaan virus polymorphic adalah merubah dirinya pada setiap infeksi yang terjadi yang
menyebabkan pendeteksian menjadi jauh lebih sulit [18]. Praktisnya setiap platform komputer mempunyai virus masing-masing dan ada beberapa virus yang mempunyai kemampuan menjangkiti beberapa platform yang berbeda (multi-platform). Virus multi-platform biasanya menyerang executable
ataupun dokumen pada Windows dikarenakan kepopuleran oleh system operasi Microsoft Windows dan Microsoft Office sehingga banyak ditemukan virus yang bertujuan untuk menghancurkan “kerajaan” Microsoft Corp
Salah satu definisi dari program virus adalah menyisipkan dirinya kepada objek lain seperti file executable dan beberapa jenis dokumen yang banyak dipakai orang. Selain kemampuan untuk
mereplikasi dirinya sendiri, virus dapat menyimpan dan menjalankan sebuah tugas spesifik. Tugas tersebut bisa bersifat menghancurkan atau sekedar menampilkan sesuatu ke layar monitor korban dan bisa saja bertugas untuk mencari suatu jenis file untuk dikirimkan secara acak ke internet bahkan dapat
melakukan format pada hard disk korban Virus yang tersebar di internet yang belum dikenali tidak akan dapat ditangkap oleh program antivirus ataupun semacamnya yang meskipun korban telah terjangkiti tetapi tidak mengetahuinya. Perangkat lunak antivirus biasanya mengenali virus atau calon virus melalui tanda yang spesifik yang terdapat pada bagian inti virus itu sendiri. Beberapa virus menggunakan tehnik polymorphic agar luput
terdeteksi oleh antivirus. Kebiasaan virus polymorphic adalah merubah dirinya pada setiap infeksi yang terjadi yang
menyebabkan pendeteksian menjadi jauh lebih sulit [18]. Praktisnya setiap platform komputer mempunyai virus masing-masing dan ada beberapa virus yang mempunyai kemampuan menjangkiti beberapa platform yang berbeda (multi-platform). Virus multi-platform biasanya menyerang executable
ataupun dokumen pada Windows dikarenakan kepopuleran oleh system operasi Microsoft Windows dan Microsoft Office sehingga banyak ditemukan virus yang bertujuan untuk menghancurkan “kerajaan” Microsoft Corp
Worms.
Sebuah “worm” komputer merupakan program yang menyebar sendiri dengan cara mengirimkan dirinya sendiri ke system yang lainnya. Worm tidak akan menyisipkan dirinya kepada objek lain
Pada saat sekarang banyak terjadi penyebaran worm dikarenakan para pengguna komputer tidak melakukan update pada perangkat lunak yang mereka gunakan, yang dimana ini berarti, sebagai
contoh, Outlook Express mempunyai fungsi yang dapat mengizinkan eksekusi pada file sisipan (attachment) e-mail tanpa campur tangan dari pengguna komputer itu sendiri.
Sebuah “worm” komputer merupakan program yang menyebar sendiri dengan cara mengirimkan dirinya sendiri ke system yang lainnya. Worm tidak akan menyisipkan dirinya kepada objek lain
Pada saat sekarang banyak terjadi penyebaran worm dikarenakan para pengguna komputer tidak melakukan update pada perangkat lunak yang mereka gunakan, yang dimana ini berarti, sebagai
contoh, Outlook Express mempunyai fungsi yang dapat mengizinkan eksekusi pada file sisipan (attachment) e-mail tanpa campur tangan dari pengguna komputer itu sendiri.
Trojan horse.
Trojan horse adalah program yang berpura-pura tidak berbahaya tetapi sebenarnya mereka
sesuatu yang lain
Trojan horse adalah program yang berpura-pura tidak berbahaya tetapi sebenarnya mereka
sesuatu yang lain
[21]. Salah satu fungsi yang biasa terdapat
pada “trojan horse” adalah melakukan instalasi “backdoor” sehingga si
pembuat program dapat menyusup kedalam komputer atau system
korban.junk mail (surat sampah). “junk mail” sesungguhnya bukan suatu ancaman keamanan yang serius, tetapi dengan penyebaran virus dan worm melalui e-mail, maka jumlah junk mail juga ikut bertambah. Ancaman keamanan sesungguhnya bukan dari e-mail sampah itu sendiri melainkan file sisipannya (attachment)
yang patut diwaspadai dikarenakan penyebaran virus dan worm menggunakan metode ini.
korban.junk mail (surat sampah). “junk mail” sesungguhnya bukan suatu ancaman keamanan yang serius, tetapi dengan penyebaran virus dan worm melalui e-mail, maka jumlah junk mail juga ikut bertambah. Ancaman keamanan sesungguhnya bukan dari e-mail sampah itu sendiri melainkan file sisipannya (attachment)
yang patut diwaspadai dikarenakan penyebaran virus dan worm menggunakan metode ini.
Time bomb (bom waktu).
“Time bomb” adalah program yang mempunyai
tugas tetapi dengan waktu tertentu baru akan menjalankan tugasnya.
Beberapa jenis virus dan worm juga mempunyai kesamaan fungsi dengan
aplikasi ini. Time bomb berbeda dengan virus ataupun worm dikarenakan dia tidak melakukan replikasi terhadap dirinya tetapi melakukan instalasi sendiri kedalam system.
aplikasi ini. Time bomb berbeda dengan virus ataupun worm dikarenakan dia tidak melakukan replikasi terhadap dirinya tetapi melakukan instalasi sendiri kedalam system.
Hacking:
Hackers and Victims (hacking: pelaku dan korban)
Hacker dikategorikan kedalam beberapa kategori yang berbeda tergantung pada jenis kegiatan mereka. Kebanyakan hacker adalah para “script-kiddies” yang biasa menggunakan exploit atau
program yang tersedia di internet untuk melancarkan aksi mereka
Hacker dikategorikan kedalam beberapa kategori yang berbeda tergantung pada jenis kegiatan mereka. Kebanyakan hacker adalah para “script-kiddies” yang biasa menggunakan exploit atau
program yang tersedia di internet untuk melancarkan aksi mereka
[22]. Jika tujuan mereka adalah untuk kepentingan komersial atau kepentingan militer maka taruhannya menjadi lebih tinggi dan
biasanya mereka akan memilih korban mereka dengan hati-hati.
Alasan dibalik hacking sendiri bermacam-macam. Script kiddies biasanya akan melakukan “scanning” beberapa blok IP untuk mencari kemungkinan host yang “vulnerable” (bisa diserang) dan
mencoba melakukan eksploitasi kepada beberapa daemon yang ditemukan. Satu grup hacker biasanya mencoba program atau script yang mereka kembangkan untuk melihat apakah hasil kerja mereka sukses. Tapi bagaimanapun juga, seseorang dapat menjadi “black-hat” atapun “white-hat” tergantung pada filosofi, nilai etis dan motivasi mereka sendiri. “White-hat” berarti jika seorang “hacker” berhasil dalam usahanya dan sebagai contoh berhasil
masuk kedalam sebuah system yang bukan tanggung jawab dia, maka dia akan memberitahukan kepada system administrator mengenai celah keamanan yang terdapat di dalam system tersebut dan bagaimana cara menutup celah keamanan itu serta cara memperkuat host tersebut (host hardening).Tujuan dasarnya adalah untuk penelitian. “White-hat” biasanya adalah para “security professional” dan isewa untuk melakukan “system penetration” atau memberikan konsultasi keamanan jaringan.
“Black-hat” adalah orang yang dipanggil “white-hat” sebagai “cracker” (pembongkar). Tujuan para “cracker” tidak selalu baik, mereka biasanya masuk kedalam suatu system untuk mencuri
informasi atau mempersiapkan system itu untuk melakukan serangan terhadap system yang lain, “DDoS” sebagai contoh. “Black-hat” biasanya meninggalkan backdoor di system yang berhasil disusupi. Terdapat juga jenis “grey-hat” atau orang yang tidak merusak tapi sering menyusup kedalam system lain tanpa memberitahu kepada System administrator system tersebut apabila terdapat celah keamanan, mereka tidak terlalu merusak tapi juga tipe yang tidak terlalu diinginkan.Different Types of Attacking (jenis-jenis serangan
biasanya mereka akan memilih korban mereka dengan hati-hati.
Alasan dibalik hacking sendiri bermacam-macam. Script kiddies biasanya akan melakukan “scanning” beberapa blok IP untuk mencari kemungkinan host yang “vulnerable” (bisa diserang) dan
mencoba melakukan eksploitasi kepada beberapa daemon yang ditemukan. Satu grup hacker biasanya mencoba program atau script yang mereka kembangkan untuk melihat apakah hasil kerja mereka sukses. Tapi bagaimanapun juga, seseorang dapat menjadi “black-hat” atapun “white-hat” tergantung pada filosofi, nilai etis dan motivasi mereka sendiri. “White-hat” berarti jika seorang “hacker” berhasil dalam usahanya dan sebagai contoh berhasil
masuk kedalam sebuah system yang bukan tanggung jawab dia, maka dia akan memberitahukan kepada system administrator mengenai celah keamanan yang terdapat di dalam system tersebut dan bagaimana cara menutup celah keamanan itu serta cara memperkuat host tersebut (host hardening).Tujuan dasarnya adalah untuk penelitian. “White-hat” biasanya adalah para “security professional” dan isewa untuk melakukan “system penetration” atau memberikan konsultasi keamanan jaringan.
“Black-hat” adalah orang yang dipanggil “white-hat” sebagai “cracker” (pembongkar). Tujuan para “cracker” tidak selalu baik, mereka biasanya masuk kedalam suatu system untuk mencuri
informasi atau mempersiapkan system itu untuk melakukan serangan terhadap system yang lain, “DDoS” sebagai contoh. “Black-hat” biasanya meninggalkan backdoor di system yang berhasil disusupi. Terdapat juga jenis “grey-hat” atau orang yang tidak merusak tapi sering menyusup kedalam system lain tanpa memberitahu kepada System administrator system tersebut apabila terdapat celah keamanan, mereka tidak terlalu merusak tapi juga tipe yang tidak terlalu diinginkan.Different Types of Attacking (jenis-jenis serangan
Scanning.
“Scanning” adalah metode bagaimana
caranya mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari IP/Network korban.
Biasanya “scanning” dijalankan secara otomatis mengingat “scanning”
pada
“multiple-host” sangat menyita waktu. “Hackers” biasanya mengumpulkan informasi dari hasil “scanning” ini. Dengan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan maka “hackers” dapat menyiapkan serangan yang akan dilancarkannya.
Nmap merupakan sebuah network scanner yang banyak digunakan oleh para professional di bidang network security, walaupun ada tool yang khusus dibuat untuk tujuan hacking, tapi belum
dapat mengalahkan kepopuleran nmap. Nessus juga merupakan network scanner tapi juga akan melaporkan apabila terdapat celah
keamanan pada target yang diperiksanya. Hacker biasanya menggunakan Nessus untuk pengumpulan informasi sebelum benar-benar meluncurkan serangan. Untungnya beberapa scanner meninggalkan “jejak” yang unik yang memungkinkan para System
administrator untuk mengetahui bahwa system mereka telah di-scanning sehingga mereka bisa segera membaca artikel terbaru yang berhubungan dengan informasi log.Password cracking.
“multiple-host” sangat menyita waktu. “Hackers” biasanya mengumpulkan informasi dari hasil “scanning” ini. Dengan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan maka “hackers” dapat menyiapkan serangan yang akan dilancarkannya.
Nmap merupakan sebuah network scanner yang banyak digunakan oleh para professional di bidang network security, walaupun ada tool yang khusus dibuat untuk tujuan hacking, tapi belum
dapat mengalahkan kepopuleran nmap. Nessus juga merupakan network scanner tapi juga akan melaporkan apabila terdapat celah
keamanan pada target yang diperiksanya. Hacker biasanya menggunakan Nessus untuk pengumpulan informasi sebelum benar-benar meluncurkan serangan. Untungnya beberapa scanner meninggalkan “jejak” yang unik yang memungkinkan para System
administrator untuk mengetahui bahwa system mereka telah di-scanning sehingga mereka bisa segera membaca artikel terbaru yang berhubungan dengan informasi log.Password cracking.
“Brute-force” adalah sebuah tehnik dimana
akan dicobakan semua kemungkinan kata kunci (password) untuk bisa
ditebak untuk bisa mengakses kedalam sebuah system. Membongkar kata
kunci
dengan tehnik ini sangat lambat tapi efisien, semua kata kunci dapat ditebak asalkan waktu tersedia. Untuk membalikkan “hash” pada kata kunci merupakan suatu yang hal yang mustahil, tapi ada
beberapa cara untuk membongkar kata kunci tersebut walaupun tingkat keberhasilannya tergantung dari kuat lemahnya pemilihan kata kunci oleh pengguna. Bila seseorang dapat mengambil data “hash” yang menyimpan kata kunci maka cara yang lumayan efisien untuk dipakai adalah dengan menggunakan metode “dictionary attack” yang dapat dilakukan oleh utility John The Ripper
dengan tehnik ini sangat lambat tapi efisien, semua kata kunci dapat ditebak asalkan waktu tersedia. Untuk membalikkan “hash” pada kata kunci merupakan suatu yang hal yang mustahil, tapi ada
beberapa cara untuk membongkar kata kunci tersebut walaupun tingkat keberhasilannya tergantung dari kuat lemahnya pemilihan kata kunci oleh pengguna. Bila seseorang dapat mengambil data “hash” yang menyimpan kata kunci maka cara yang lumayan efisien untuk dipakai adalah dengan menggunakan metode “dictionary attack” yang dapat dilakukan oleh utility John The Ripper
[23].
Masih terdapat beberapa cara lainnya seperti “hash look-up table” tapi sangat menyita
“resources” dan waktu.
Masih terdapat beberapa cara lainnya seperti “hash look-up table” tapi sangat menyita
“resources” dan waktu.
Rootkit.
“Rootkit” adalah alat untuk menghilangkan
jejak apabila telah dilakukan penyusupan. Rootkit biasanya mengikutkan
beberapa tool yang dipakai oleh system dengan sudah dimodifikasi
sehingga
dapat menutupi jejak. Sebagai contoh, memodifikasi “PS” di linux atau unix sehingga tidak dapat melihat background process yang berjalan. Defending (bertahan) Firewall. Komputer dan jaringan kerja yang terhubung dengan internet perlu untuk dilindungi dari
serangan. Firewall adalah cara yang lumayan efeltif untuk melakukannya. Secara umum firewall akan memisahkan public network dan private network. Tipe firewall dapat dibagi menjadi beberapa kategori,
dapat menutupi jejak. Sebagai contoh, memodifikasi “PS” di linux atau unix sehingga tidak dapat melihat background process yang berjalan. Defending (bertahan) Firewall. Komputer dan jaringan kerja yang terhubung dengan internet perlu untuk dilindungi dari
serangan. Firewall adalah cara yang lumayan efeltif untuk melakukannya. Secara umum firewall akan memisahkan public network dan private network. Tipe firewall dapat dibagi menjadi beberapa kategori,
contohnya: Packet Filtering Firewall, “Proxy Firewall”. Logs.
Seorang system administrator wajib untuk melihat log dari system dari waktu ke waktu. Dengan melihat log maka system administrator dapat melihat aktifitas yang terjadi dan kemungkinan besar dapat melakukan antisipasi apabila terlihat beberapa aktifitas yang mencurigakan terjadi.
Seorang system administrator wajib untuk melihat log dari system dari waktu ke waktu. Dengan melihat log maka system administrator dapat melihat aktifitas yang terjadi dan kemungkinan besar dapat melakukan antisipasi apabila terlihat beberapa aktifitas yang mencurigakan terjadi.
IDS. (Intrusion Detection System)
Satu cara umum melakukan otomatisasi pada
pengawasan penyusupan adalah dengan menggunakan IDS. IDS akan mendeteksi
jenis serangan dari “signature” atau “pattern” pada aktifitas jaringan.
Bahkan dapat melakukan blokade terhadap traffic yang mencurigakan.
Honeypot.
“HoneyPot” adalah server “umpan” yang
merupakan pengalih perhatian. Tujuan dari honeypot adalah mereka tidak
menjalankan layanan sebagaimana umumnya server tetapi berpura-pura
menjalankannya sehingga membiarkan para penyusup untuk berpikir bahwa mereka benar-benar adalah “server” yang sesungguhnya. Honeypot juga bermanfaat untuk melihat tehnik yang digunakan oleh para penyusup untuk dapat masuk kedalam system juga sebagai alat untuk mengumpulkan bukti
sehingga para penyusup dapat diproses secara hukum. Configuration. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konfigurasi yang hati-hati akan membantu anda untuk bertahan terhadap kemungkinan serangan yang terjadi. Kebanyakan dari kasus penggantian halaman muka situs (web defacement) terjadi dikarenakan kesalahan konfigurasi sehingga menyebabkan pihak
ketiga dapat mengambil keuntungan dari kesalahan ini
menjalankannya sehingga membiarkan para penyusup untuk berpikir bahwa mereka benar-benar adalah “server” yang sesungguhnya. Honeypot juga bermanfaat untuk melihat tehnik yang digunakan oleh para penyusup untuk dapat masuk kedalam system juga sebagai alat untuk mengumpulkan bukti
sehingga para penyusup dapat diproses secara hukum. Configuration. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konfigurasi yang hati-hati akan membantu anda untuk bertahan terhadap kemungkinan serangan yang terjadi. Kebanyakan dari kasus penggantian halaman muka situs (web defacement) terjadi dikarenakan kesalahan konfigurasi sehingga menyebabkan pihak
ketiga dapat mengambil keuntungan dari kesalahan ini
Sumber :
http://yessiandika.wordpress.com/tugas-anak-tkj-smk-tri-mulia-bhakti-sorkam-barat/keamanan-jaringan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar